This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 16 Maret 2019

Cerita Yang Belum Usai




Dari teka-teki yang sulit untuk aku pecahkan.Hingga kamu yang menjelma menjadi jawaban dari teka-teki itu.


        
Entah dimana aku sekarang,pengap,gelap.Aku mencoba mencari-cari,berteriak,berjalan kesana-kemari,namun tak seorangpun aku temui,sepercik cahayapun tak ku temukan.Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil-manggil namaku,entah siapa dia.Aku mencoba membalas panggilannya,memberi isyarat bahwa aku ada disini.Kesal,mengapa ia tidak membalas teriakanku,apa suaraku kurang lantang atau memang ia benar-benar tidak mendengarku?” “ Kenapa ini,dimana aku,dan siapa kamu?”teriakku.

Tiba-tiba,tercium bau alkohol.Bau menyengat ini membuatku tak tahan.Mataku perlahan terbuka,melihat mereka,melihat semuanya tampak ada disana,namun dimana dia?.Dia yang aku harapkan ada di sini dengan ekspresi cemas bercampur senang melihatku kembali siuman,namun itu semua hanya angan-anganku.”Dia tak ada di sini,mungkin tak pernah ada,”gumamku.

Mereka sibuk menghawatirkanku,sedangkan aku hanya sibuk dengan lamunanku.”Kamu tak apa-apa?”tanya Rere yang membuyarkan lamunanku.Rere adalah sahabatku sejak kecil,dia  sangat khawatir jika aku sedang terbaring lemah seperti ini.”Tak apa,”jawabku.”Sekarang kamu makan ini,terus kamu minum obat,dan jangan lupa istirahat.Jangan banyak melamun!” “Iya bawel”.Ia akan sangat cerewet jika aku sedang sakit seperti ini,namun dibalik itu semua ia akan menjadi diam seketika jika ia sedang bermain dengan ponselnya.”Apa perlu aku panggilkan Dimas untuk menyuapimu?”celoteh Rere.”Tak perlu,aku bisa makan sendiri!!!”seruku.

”Tak usah marahlah,aku hanya bercanda,”bujuk Rere.”Enggak,aku nggak marah” ”Jika kamu tak marah mengapa nadamu tinggi seperti itu?jangan-jangan kamu tadi sedang melamunkan dia ya?”tanya Rere sambil mencubit pipiku.”Enggak!” “Ngaku saja,pasti tadi kamu sedang melamunkan dia,”desak Rere lagi,”Sudahlah jangan bicarakan itu lagi,”kesalku.”Iya iya engga”

“Tadi aku kenapa re?”tanyaku kepada Rere.”Kamu pingsan waktu diruang kelas.Kamu belum makan ya,kamu lagi mikirin apa?” “Iya tadi aku belum makan dari pagi,aku enggak mikirin apa-apa kok.” “Beneran?yauda sekarang kamu makan ya.” Maaf re,aku bohong sama kamu,aku nggak mau buat kamu kesal lagi,sebenernya banyak sekali yang aku pikirkan.

Dimana dia?dia yang dulu selalu berada disini,disampingku.Menghilang entah begitu saja,dia seperti pelangi,yang datang dengan segala keindahan dan pergi dengan menyisakan segala kerinduan,tak tau pelangi itu kapan kembali lagi.Aku sudah mencari kemanapun yang mungkin ia kunjungi,namun hasilnya nihil.Aku  yang sekarang,berbeda dengan aku yang dulu,aku yang selalu tersenyum,gembira berubah menjadi pendiam,memilih untuk melamun daripada bercakap-cakap dengan orang disekitar,kecuali dengan  Rere.Entah,mengapa demikian.

Suatu hari,aku melihat ‘dia’.Ya,dia yang selama ini aku ceritakan,dia bernama Reno.Reno membuyarkan pandanganku,seketika aku memanggilnya.Dia tersenyum dan melambaikan tangan padaku,aku membalasnya dengan senyuman.Ketika aku ingin mengejar dan mendekatinya,ia menghilang.”Renooooo,reno,reno,kamu dimana!”teriakku.Ternyata hanya bayangannya yang aku lihat.Hal ini kembali mengingatkanku kepadanya,dia orang yang selalu menemaniku,membantuku,dan menasehatiku.Kita saling menyukai satu sama lain dan berjanji untuk tetep bersama menjalin pertemanan,mungkin melebihi teman.Tapi,mengapa ia menghilang begitu saja?

Tak sengaja Rere melihatku,”kamu kenapa,dan apa yang terjadi denganmu?” ”Reno re,reno tadi disini” “Kamu sekarang ikut aku” “Kemana re?” “Uda ikut aja” “Kenapa keluar sekolah?” “Tak apa,”Rere mencoba meyakinkanku.”Re,ini kita mau kemana?”tanyaku di sepanjang jalan.”Sudah diam saja”

“Re,kenapa kita kekuburan?”tanyaku lagi.Rere hanya terdiam.”Re,ini kuburan siapa?kenapa ada nama Reno disini?” “Sebenarnya,Reno udah meninggal 1 bulan yang lalu.” “Kenapa kamu baru beritahu aku sekarang?”tanyaku sambil terbata-bata.”Maaf aku baru beritahu kamu sekarang,Reno nggak mau kamu tau kalo dia uda meninggal,Reno takut kalo kamu sedih.” Rere memelukku dan berkata,”yang ikhlas ya,Reno udah tenang disana.”

Setelah hari itu,aku selalu berdoa untuk Reno.Aku mencoba untuk menjadi diriku yang dulu,dan menjalani kehidupanku.