Dari
teka-teki yang sulit untuk aku pecahkan.Hingga kamu yang menjelma menjadi
jawaban dari teka-teki itu.
Entah
dimana aku sekarang,pengap,gelap.Aku mencoba mencari-cari,berteriak,berjalan
kesana-kemari,namun tak seorangpun aku temui,sepercik cahayapun tak ku temukan.Tiba-tiba
terdengar suara seseorang yang memanggil-manggil namaku,entah siapa dia.Aku
mencoba membalas panggilannya,memberi isyarat bahwa aku ada disini.Kesal,mengapa
ia tidak membalas teriakanku,apa suaraku kurang lantang atau memang ia
benar-benar tidak mendengarku?” “ Kenapa ini,dimana aku,dan siapa kamu?”teriakku.
Tiba-tiba,tercium
bau alkohol.Bau menyengat ini membuatku tak tahan.Mataku perlahan terbuka,melihat
mereka,melihat semuanya tampak ada disana,namun dimana dia?.Dia yang aku
harapkan ada di sini dengan ekspresi cemas bercampur senang melihatku kembali
siuman,namun itu semua hanya angan-anganku.”Dia tak ada di sini,mungkin tak
pernah ada,”gumamku.
Mereka sibuk menghawatirkanku,sedangkan aku hanya sibuk dengan lamunanku.”Kamu tak
apa-apa?”tanya Rere yang membuyarkan lamunanku.Rere adalah sahabatku sejak
kecil,dia sangat khawatir jika aku
sedang terbaring lemah seperti ini.”Tak apa,”jawabku.”Sekarang kamu makan
ini,terus kamu minum obat,dan jangan lupa istirahat.Jangan banyak melamun!” “Iya
bawel”.Ia akan sangat cerewet jika aku sedang sakit seperti ini,namun dibalik
itu semua ia akan menjadi diam seketika jika ia sedang bermain dengan
ponselnya.”Apa perlu aku panggilkan Dimas untuk menyuapimu?”celoteh Rere.”Tak
perlu,aku bisa makan sendiri!!!”seruku.
”Tak
usah marahlah,aku hanya bercanda,”bujuk Rere.”Enggak,aku nggak marah” ”Jika
kamu tak marah mengapa nadamu tinggi seperti itu?jangan-jangan kamu tadi sedang
melamunkan dia ya?”tanya Rere sambil mencubit pipiku.”Enggak!” “Ngaku
saja,pasti tadi kamu sedang melamunkan dia,”desak Rere lagi,”Sudahlah jangan
bicarakan itu lagi,”kesalku.”Iya iya engga”
“Tadi
aku kenapa re?”tanyaku kepada Rere.”Kamu pingsan waktu diruang kelas.Kamu belum
makan ya,kamu lagi mikirin apa?” “Iya tadi aku belum makan dari pagi,aku enggak
mikirin apa-apa kok.” “Beneran?yauda sekarang kamu makan ya.” Maaf re,aku
bohong sama kamu,aku nggak mau buat kamu kesal lagi,sebenernya banyak sekali
yang aku pikirkan.
Dimana
dia?dia yang dulu selalu berada disini,disampingku.Menghilang entah begitu
saja,dia seperti pelangi,yang datang dengan segala keindahan dan pergi dengan
menyisakan segala kerinduan,tak tau pelangi itu kapan kembali lagi.Aku sudah
mencari kemanapun yang mungkin ia kunjungi,namun hasilnya nihil.Aku yang sekarang,berbeda dengan aku yang
dulu,aku yang selalu tersenyum,gembira berubah menjadi pendiam,memilih untuk
melamun daripada bercakap-cakap dengan orang disekitar,kecuali dengan Rere.Entah,mengapa demikian.
Suatu
hari,aku melihat ‘dia’.Ya,dia yang selama ini aku ceritakan,dia bernama
Reno.Reno membuyarkan pandanganku,seketika aku memanggilnya.Dia tersenyum dan
melambaikan tangan padaku,aku membalasnya dengan senyuman.Ketika aku ingin
mengejar dan mendekatinya,ia menghilang.”Renooooo,reno,reno,kamu
dimana!”teriakku.Ternyata hanya bayangannya yang aku lihat.Hal ini kembali
mengingatkanku kepadanya,dia orang yang selalu menemaniku,membantuku,dan
menasehatiku.Kita saling menyukai satu sama lain dan berjanji untuk tetep
bersama menjalin pertemanan,mungkin melebihi teman.Tapi,mengapa ia menghilang
begitu saja?
Tak
sengaja Rere melihatku,”kamu kenapa,dan apa yang terjadi denganmu?” ”Reno
re,reno tadi disini” “Kamu sekarang ikut aku” “Kemana re?” “Uda ikut aja”
“Kenapa keluar sekolah?” “Tak apa,”Rere mencoba meyakinkanku.”Re,ini kita mau
kemana?”tanyaku di sepanjang jalan.”Sudah diam saja”
“Re,kenapa
kita kekuburan?”tanyaku lagi.Rere hanya terdiam.”Re,ini kuburan siapa?kenapa
ada nama Reno disini?” “Sebenarnya,Reno udah meninggal 1 bulan yang lalu.”
“Kenapa kamu baru beritahu aku sekarang?”tanyaku sambil terbata-bata.”Maaf aku
baru beritahu kamu sekarang,Reno nggak mau kamu tau kalo dia uda meninggal,Reno
takut kalo kamu sedih.” Rere memelukku dan berkata,”yang ikhlas ya,Reno udah
tenang disana.”
Setelah
hari itu,aku selalu berdoa untuk Reno.Aku mencoba untuk menjadi diriku yang
dulu,dan menjalani kehidupanku.











